Apa saja yang engkau lakukan dari kebaikan dari sisi dirimu, maka engkau akan mendapatkan pahalanya di sisi Allah

Apa saja yang engkau lakukan dari kebaikan dari sisi dirimu, maka engkau akan mendapatkan pahalanya di sisi Allah

Fawaid:

๐Ÿซง Apa saja yang engkau lakukan dari kebaikan dari sisi dirimu, maka engkau akan mendapatkan pahalanya di sisi Allah

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,

ูˆ ู…ุง ุชู‚ุฏู…ูˆุง ู„ุฃู†ูุณูƒู… ู…ู† ุฎูŠุฑ ุชุฌุฏูˆู‡ ุนู†ุฏ ุงู„ู„ู‡ ุŒ ู‡ูˆ ุฎูŠุฑุง ูˆ ุงุนุธู… ุฃุฎุฑุงู‹.

Dan apa saja yang engkau lakukan dari kebaikan dari sisi dirimu, maka engkau akan mendapatkan pahalanya di sisi Allah, Dia itu baik pemberian karunia-Nya dan amat besar pemberian pahala-Nya. (QS. Al Muzammil [79]: 20)

Syaikh Abdurrahman bin Nashir bin Abdillah as Sa’dy rahimahullah berkata,

ุงู„ุญุณู†ุฉ ุจุนุดุฑ ุงู…ุซุงู„ู‡ุงุŒ ุฅู„ู‰ ุณุจุนู…ุงุฆุฉ ุถุนู ุŒ ุฅู„ู‰ ุงุถุนุงู ูƒุซูŠุฑุฉ.

ูˆ ู„ูŠุนู„ู… ุฃู† ู…ุซู‚ุงู„ ุฐุฑุฉ ููŠ ู‡ุฐู‡ ุงู„ุฏุงุฑ ู…ู† ุงู„ุฎูŠุฑ ูŠู‚ุงุจู„ู‡ ุงุถุนุงู ุงุถุนุงู ุงู„ุฏู†ูŠุงุŒ ูˆ ู…ุง ุนู„ูŠู‡ุง ููŠ ุฏุงุฑ ุงู„ู†ุนูŠู… ุงู„ู…ู‚ูŠู… ู…ู† ุงู„ู„ุฐุงุช ูˆ ุงู„ุดู‡ูˆุงุชุŒ ูˆ ุฃู† ุงู„ุฎูŠุฑ ูˆ ุงู„ุจุฑ ููŠ ู‡ุฐู‡ ุงู„ุฏู†ูŠุงุŒ ู…ุงุฏุฉ ุงู„ุฎูŠุฑ ูˆ ุงู„ุจุฑ ููŠ ุฏุงุฑ ุงู„ู‚ุฑุงุฑุŒ ูˆ ุจุฐุฑู‡ ูˆ ุงุตู„ู‡ ุงุณุงุณู‡ุŒ ููˆุง ุงุณูุงู‡ ุนู„ู‰ ุงูˆู‚ุงุช ู…ุถุช ููŠ ุงู„ุบูู„ุงุช.

ูˆูˆุง ุญุณุฑุชุงู‡ ุนู„ู‰ ุงุฒู…ุงุช ุชุบุถุช ููŠ ุบูŠุฑ ุงู„ุฃุนู…ุงู„ ุงู„ุตุงู„ุญุงุช.

ูˆูˆุง ุบูˆุซุงู‡ ู…ู† ู‚ู„ูˆุจ ู„ู… ูŠุคุซุฑ ููŠู‡ุง ูˆุนุธ ุจุงุฑุฆู‡ุงุŒ ูˆ ู„ู… ูŠู†ุฌุน ููŠู‡ุง ุชุดูˆูŠู‚ ู…ู† ู‡ูˆ ุงุฑุญู… ุจู‡ุง ู…ู† ู†ูุณู‡ุงุŒ ูู„ูƒ ุงู„ู„ู‡ู… ุงู„ุญู…ุฏ ูˆ0 ุฅู„ูŠูƒ ุงู„ู…ุดุชูƒู‰ ูˆ ุจูƒ ุงู„ู…ุณุชุบุงุซ ูˆ ู„ุง ุญูˆู„ ูˆ ู„ุง ู‚ูˆุฉ ุฅู„ุง ุจูƒ.

Ketahuilah bahwasanya kebaikan itu akan dihitung oleh Allah sepuluh kali sampai tujuh ratus kali bahkan berlipat kali.

Dan perlu diketahui, bahwasanya kebaikan sekecil biji zarrah di kehidupan dunia dari perbuatan baik itu pahalanya sebanding dengan berlipat-lipat nilai dunia dan segala apapun yang ada di atasnya serta apapun yang terdapat di negeri penuh kenikmatan abadi berupa kenikmatan dan kesenangan, dan bahwasanya kebaikan dan kebaktian di dunia adalah merupakan bahan (bekal) kebaikan dan kebaktian di negeri yang kekal (akhirat), sebagai benih, asal dan asasnya, maka betapa rugi atas waktu-waktu yang terbuang di atas kelalaian.

Betapa menyesalnya seorang yang waktunya terbuang dan berlalu tanpa kebaikan.

Betapa meruginya hati yang tidak terpengaruh (berbekas) oleh nasihat Rabb-nya, tidak berbekas dengan seruan rindu Dia Yang Maha Pengasih terhadap dirinya daripada kasihnya pada dirinya sendiri, segala puji bagi-Mu ya Allah, kepada-Mu tempat mengadu, kepada-Mu tempat memohon pertolongan, dan tiada daya kekuatan selain dari sisi-Mu. (Taisir Karimi Rahman Fii Tafsir Kalami Mannan 957. Terbitan Daarul ‘Alaminya)

Kami (Abu Abd Rahman) katakan, di dalam ayat ini ada dua hal yang harus diperhatikan oleh orang-orang yang bersemangat dalam kebaikan,

  • Hasungan dari Allah, untuk berbuat kebaikan kepada hamba-hambaNya. Dengan janji pahala yang tidak akan hilang.
  • Dan pengabaran, bahwasanya karunia berupa kebaikan dan pahala itu, senantiasa akan diliputkan oleh-Nya kepada diri orang-orang yang istiqamah dalam kebaikan.

Yakni janji berupa karunia, kebaikan, ganti dari kebaikan, balasan di dunia dan akhirat, serta ketetapan pahala, bagi orang-orang yang memiliki kejujuran dalam niatnya.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman menjelaskan kondisi orang-orang munafik,

ูˆ ู…ู†ู‡ู… ู…ู† ุนุงู‡ุฏ ุงู„ู„ู‡ ู„ุฆู† ุขุชุงู†ุง ู…ู† ูุถู„ู‡ ู„ู†ุตุฏู‚ู† ูˆ ู„ู†ูƒูˆู†ู† ู…ู† ุงู„ุตุงู„ุญูŠู†. ูู„ู…ุง ุขุชุงู‡ู… ู…ู† ูุถู„ู‡ ุจุฎู„ูˆุง ุจู‡ ูˆ ุชูˆู„ูˆุง ูˆ ู‡ู… ู…ุนุฑุถูˆู†.

Dan di antara mereka ada orang-orang yang berjanji kepada Allah bahwasanya bila kami diberikan sebagai dari karunia-Nya, benar-benar kami akan bersedekah dan benar-benar kami akan menjadi orang-orang yang baik. Namun, tatkala Allah memberikan kepada mereka sebagai karunia-Nya, mereka menjadi bakhil dan berpaling dari kebenaran, serta menentang. (QS. At-Taubah [9]: 75-76)

Maka di sini, diperlukan kejujuran niat dari seorang hamba,

Bahwasanya ia mengelola hatinya untuk belajar jujur, baik dalam kondisi kebaikan atau keburukan, miskin atau kaya, mampu atau kekurangan untuk istiqomah.

Oleh yang butuh dan mengharapkan ampunan Rabb-nya.

Ustadz Abu Abd Rahman bin Muhammad Suud al Atsary hafidzahullah

โœฏโ•โ• โ€ข ๐—”๐—Ÿ๐— ๐—”๐—›๐—ฌ๐—ฅ๐—” ๐—•๐—œ๐—Ÿ ‘๐—œ๐—Ÿ๐— ๐—œ โ€ข โ•โ•โœฏ
แดนแต‰โฟโฑแต—โฑ สฒแตƒหกแตƒโฟ สฐโฑแตˆแตƒสธแตƒสฐ แตˆแต‰โฟแตแตƒโฟ โฑหกแตแต˜ แตˆแตƒโฟ หขแต˜โฟโฟแตƒสฐ

  • Website: Almahyrabililmi.com
  • Web ABI school : school.almahyrabililmi.com
  • Telegram :ย  t.me/Almahyrabililmi
  • Radio : radio.almahyrabililmi.com
  • Youtube: youtube.com/@Almahyrabililmi
  • Instagram : instagram.com/Almahyrabililmi
  • IG ABI school: instagram.com/almahyrabililmi_school
  • Facebook : web.facebook.com/Almahyrabililmi
  • Join WAGrup : almahyrabililmi.com/wagrup
  • Saluran WA : s.id/SaluranwaABI

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *