#Fiqih:
DI ANTARA DUA DO’A BERBUKA PUASA INI, MANA YANG PALING SHAHIH? (BAGIAN 3)
Kesimpulan :
Kami (Abu Abdurrahman) katakan, bahwasanya secara hukum, dua hadits ini, yakni yang berbunyi,
اللهم لك صمت و على رزقك أفطرت.
Dengan do’a yang berbunyi,
ذهب الظمأ و إبتلت العروق و ثبت الأجر إن شاء الله.
Memiliki kesamaan, yakni dha’if.
Hadits pertama karena secara umum dihukumi sebagai hadits mursal (terputus sanad dari tabi’in ke Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam yakni tidak disebutkan shahabat siapa), meskipun didukung beberapa riwayat lainnya, namun sama-sama dha’if.
Sedangkan hadits yang kedua yang berbunyi,
ذهب الظمأ و إبتلت العروق و ثبت الأجر إن شاء الله.
Diriwayatkan dari rawi yang menyendiri, menyendirinya rawi (tafarrud) lebih baik daripada hadits mursal, dan para ulama hadits, menghukumi bahwasanya hadits ini bisa diangkat dari dha’if kepada hasan, sebagaimana disebutkan oleh Ibnu Hajar dan Daraquthni.
Maka kita tidak bisa mengatakan hadits ini shahih secara mutlak, karena diperselisihkan oleh ulama hadits terkait dha’if maupun hasan.
Do’a makan yang paling shahih, baik di luar puasa maupun di dalam puasa adalah do’a yang disebutkan oleh Bukhari dan Muslim,
Dari Umar bin Abi Salamah, anak tiri Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, bahwasanya saat beliau menggerayangi makanan yang ada di sekitarnya, dan beliau pada waktu itu dalam kondisi anak-anak,
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda kepadanya,
يا غلام سم الله، و كل بيمنك، و كل مما يلك.
”Wahai nger (panggilan untuk anak kecil dalam bahasa Jawa), sebutlah nama Allah (ketika mau makan), makan dengan tangan kananmu, dan makan apa yang paling dekat denganmu.”
(HR. Bukhari no. 5376, Muslim no 2022)
Ibnu Hajar mengatakan, yang dimaksud tasmiyah adalah ucapan,
بسم الله
Sedangkan ucapan bismillah, adalah,
بسم الله الر حمن الر حيم.
Kami (Abu Abdurrahman) katakan bahwasanya yang diperintahkan di sini adalah seorang mengucapkan do’a ifthar (makan), baik di dalam puasa maupun di luar puasa, adalah:
بسم الله.
Di awal aktifitas makan dan minum.
Terkait do’a, setelah berbuka puasa, ia bisa membaca do’a yang diriwayatkan dari Abdullah bin Umar, sebagaimana dijelaskan oleh Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin, namun ia tidak bisa mengatakan do’a ini shahih. Yaitu,
ذهب الظمأ و إبتلت العروق و ثبت الأجر إن شاء الله.
Atau do’a secara mutlak, sebagaimana yang disampaikan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, di antara do’a yang diterima oleh Allah adalah,
و الصائم حين يفطر.
Orang yang berpuasa sampai ia berbuka puasa.
(HR. Tirmidzi no 2526)
✍️ Penulis: Ustadz Abu Abdurrahman bin Muhammad Su’ud al-Atsary حفظه الله تعالى
✯══ •𝗔𝗟𝗠𝗔𝗛𝗬𝗥𝗔 𝗕𝗜𝗟 ‘𝗜𝗟𝗠𝗜 • ══✯
ᴹᵉⁿⁱᵗⁱ ʲᵃˡᵃⁿ ʰⁱᵈᵃʸᵃʰ ᵈᵉⁿᵍᵃⁿ ⁱˡᵐᵘ ᵈᵃⁿ ˢᵘⁿⁿᵃʰ
📡Website : https://Almahyrabililmi.com
📖 Link daftar sekolah dan kelas online : daftar.almahyrabililmi.com
🎞️Telegram : t.me/Almahyrabililmi
🎙️Radio : radio.almahyrabililmi.com
📼Youtube: youtube.com/@Almahyrabililmi
💽Instagram : instagram.com/Almahyrabililmi
⏲️Facebook : web.facebook.com/Almahyrabililmi
🌐Web sekolah : https://school.almahyrabililmi.com
🗃️IG sekolah : instagram.com/almahyrabililmi_school
💾Join wa Grup : almahyrabililmi.com/wagrup
📑Saluran WA: s.id/SaluranwaABI


