DZULHIJJAH HARI-HARI BERDZIKIR, BERTAKBIR, DAN SYIโ€™AR DITAMPAKKAN

DZULHIJJAH HARI-HARI BERDZIKIR, BERTAKBIR, DAN SYI’AR DITAMPAKKAN

๐Ÿ“ FAWAID EDISI KHUSUS

DZULHIJJAH HARI-HARI BERDZIKIR, BERTAKBIR, DAN SYI'AR DITAMPAKKAN

Di riwayatkan oleh Abdullah bin Abbas Radhiyallahu ‘Anhuma, Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Salam bersabda,

ู…ุง ู…ู† ุฃูŠุงู… ุงู„ุนู…ู„ ุงู„ุตุงู„ุญ ููŠู‡ุง ุฃุญุจ ุฅู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ู…ู† ู‡ุฐู‡ ุงู„ุฃูŠุงู… ( ูŠุนู†ูŠ ุฃูŠุงู… ุงู„ุนุดุฑ) ุŒ ู‚ุงู„ูˆุง ูŠุง ุฑุณูˆู„ ุงู„ู„ู‡ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… ูˆ ู„ุง ุงู„ุฌู‡ุงุฏ ููŠ ุณุจูŠู„ ุงู„ู„ู‡ุŸ ุŒ ู‚ุงู„ ูˆ ู„ุง ุงู„ุฌู‡ุงุฏ ููŠ ุณุจูŠู„ ุงู„ู„ู‡ ุฅู„ุง ุฑุฌู„ ุฎุฑุฌ ุจู†ูุณู‡ ูˆ ู…ุงู„ู‡ ุซู… ู„ู… ูŠุฑุฌุน ุฐู„ูƒ ุจุดูŠุก.

“Tidak ada hari di mana amal shalih pada saat itu lebih dicintai oleh Allah dari pada hari-hari ini (yakni hari-hari sepuluh awal Dzulhijjah), sahabat bertanya, wahai Rasulullah (Shallallahu Alaihi wa Salam) tidak juga melebihi jihad fii sabilillah? Beliau menjawab, tidak juga jihad fii sabilillah, kecuali seseorang yang ia keluar untuk jihad dengan membawa dirinya dan hartanya dan tidak ada yang kembali sedikit pun dari semua itu.” (HR. Bukhari)

Di riwayat lain, dari Abdullah bin Abbas Radhiyallahu ‘Anhuma, Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Salam bersabda,

ู…ุง ู…ู† ุฃูŠุงู… ุฃุนุธู… ูˆ ู„ุง ุฃุญุจ ุฅู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุงู„ุนู…ู„ ููŠู‡ู† ู…ู† ู‡ุฐู‡ ุงู„ุฃูŠุงู… ุงู„ุนุดุฑ ูุงูƒุซุฑูˆุง ููŠู‡ู† ู…ู† ุงู„ุชู‡ู„ูŠู„ ูˆ ุงู„ุชูƒุจูŠุฑ ูˆ ุงู„ุชุญู…ูŠุฏ.

“Tidak ada hari teragung dan dicintai oleh Allah untuk seseorang berbuat kebaikan di dalamnya kecuali di hari-hari sepuluh awal Dzulhijjah, maka hendaknya kalian memperbanyak tahlil, takbir dan tahmid di dalamnya.” (HR. Ahmad)

Disebutkan oleh Bukhari, dari Abdullah bin Abbas Radhiyallahu ‘Anhuma, beliau berkata,

ูˆ ุงุฐูƒุฑูˆุง ุงู„ู„ู‡ ููŠ ุฃูŠุงู… ู…ุนู„ูˆู…ุงุช (ุฃูŠุงู… ุงู„ุนุดุฑ) ูˆ ุงู„ุฃูŠุงู… ุงู„ู…ุฏูˆุฏุงุช (ุฃูŠุงู… ุงู„ุชุดุฑูŠู‚) ุŒ ูˆ ูƒุงู† ุฅุจู† ุนู…ุฑ ูˆ ุฃุจูˆ ู‡ุฑูŠุฑุฉ ูŠุฎุฑุฌุงู† ุฅู„ู‰ ุงู„ุณูˆู‚ ููŠ ุฃูŠุงู… ุงู„ุนุดุฑ ูŠูƒุจุฑุงู† ูˆ ูŠูƒุจุฑ ุงู„ู†ุงุณ.

“Berdzikirlah kepada Allah di hari-hari ma’lumat (sepuluh awal Dzulhijjah), dan hari-hari ma’dhudat (hari-hari Tasyrik), diceritakan bahwasanya Abdullah bin Umar dan Abu Hurairah Radhiyallahu ‘Anhuma, keluar dari rumahnya menuju pasar, di hari-hari sepuluh awal Dzulhijjah, keduanya bertakbir, dan kemudian manusia bertakbir pula”.

๐Ÿ“Ž Fawaid (pelajaran yang bisa diambil):

1) Para ulama berbeda pendapat, mana di antara Ramadhan dan Dzulhijjah yang paling utama.

Di antara mereka ada yang menyebutkan keutamaan Ramadhan, dan ada pula yang mengutamakan Dzulhijjah, ada pula yang membagi antara Ramadhan di malam sepuluh akhirnya, dan Dzulhijjah di siang sepuluh awalnya.

Wallahu ‘alam, yang utama di antara dua hal ini adalah awal-awal Dzulhijjah dengan beberapa dalil yang menyertai di riwayat yang disebutkan di atas.

2) Keutamaan sepuluh awal Dzulhijjah hanya bisa ditandingi, oleh seseorang yang ia keluar jihad dengan jiwa dan hartanya, kemudian ia tidak kembali lagi ke keluarganya.

Menujukkan bahwasanya, hari-hari di bulan ini memiliki keutamaan yang besar.

3) Dzulhijjah, adalah bulan di mana seorang hamba menyusul ketertinggalan mereka di bulan Ramadhan, sehingga seseorang yang telah terluput dari kebaikan di Ramadhan, hendaknya ia berusaha memperbaiki diri di dalam bulan Dzulhijjah.

4) Dzulhijjah adalah hari-hari Syi’ar Allah dikumandangkan, dengan Haji, Umrah, qurban, puasa sunnah, puasa Arafah, sedekah, berbuat kebaikan, menyambung silaturrahim, berbagai, tahlil, takbir, dan tahmid.

5) Disunnahkan untuk bertakbir di hari-hari Dzulhijjah, takbiran di Dzulhijjah sendiri ada dua bentuk, mutlak (tanpa dibatasi waktunya), dan muqayyad (di waktu-waktu yang ditentukan).

Takbir mutlak dikumandangkan dari awal Dzulhijjah.

Sedangkan takbir muqayyad dikumandangkan disetiap selesai shalat wajib, sampai selesainya hari Tasyrik, waktu Asar di tanggal tiga belas Dzulhijjah.

6) Keutamaan menampakkan sunnah dan mengajarkan manusia, ketika mereka lalai darinya.

Sebagaimana para sahabat keluar dari rumah untuk ke pasar pasar, mengumandangkan takbir di depan manusia, sehingga manusia mengikutinya.

๐Ÿ  Madiun, Waktu Dhuha, oleh yang butuh dan mengharapkan ampunan Rabbnya.

๐Ÿ“š Sumber: Kajian Pencari Ilmu Syar’i Sidoarjo.

๐Ÿ–Š๏ธ Ustadz Abu Abd Rahman bin Muhammad Suud al Atsary Hafidzahullah

โœฏโ•โ• โ€ข๐—”๐—Ÿ๐— ๐—”๐—›๐—ฌ๐—ฅ๐—” ๐—•๐—œ๐—Ÿ ‘๐—œ๐—Ÿ๐— ๐—œ โ€ข โ•โ•โœฏ
แดนแต‰โฟโฑแต—โฑ สฒแตƒหกแตƒโฟ สฐโฑแตˆแตƒสธแตƒสฐ แตˆแต‰โฟแตแตƒโฟ โฑหกแตแต˜ แตˆแตƒโฟ หขแต˜โฟโฟแตƒสฐ

๐Ÿ“š Daftar kelas online dan offline kami?Klikโ€ฆ โฌ‡๏ธ
https://almahyrabililmi.com/pendaftaran
๐Ÿ“กWebsite: Almahyrabililmi.com
๐ŸŽž๏ธTelegram :  t.me/Almahyrabililmi
๐ŸŽ™๏ธRadio : radio.almahyrabililmi.com
๐Ÿ“ผYoutube: youtube.com/@Almahyrabililmi
๐Ÿ’พJoin waGrup : almahyrabililmi.com/wagrup
๐Ÿ’ฝInstagram : instagram.com/Almahyrabililmi
๐ŸŒIG ABI school: instagram.com/almahyrabililmi_school
โฒ๏ธFacebook : web.facebook.com/Almahyrabililmi
๐Ÿ“ฒSaluran WA : s.id/SaluranwaABI

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *