FAWAID EDISI KHUSUS
WAHAI PENUNTUT ILMU HENDAKNYA ENGKAU BISA MENEMPATKAN DIRI
Di antara bentuk kenikmatan terbesar adalah Allah Subhanahu wa Ta’ala memberikan kepadanya jalan-jalan kepada hidayah, baik hidayah kepada Islam maupun hidayah di dalam Islam.
Keutamaan kedua, adalah bila kita bisa menjadi wasilah-wasilah dakwah yang membawa manusia kedalam Islam dan Sunnah, baik dengan ilmu kita, maupun tulisan kita, maupun adab-adab kita di tengah masyarakat yang secara umum mereka kaum Muslimin yang bertingkat pemahamannya terhadap agamanya.
Kemudian kami (Abu Abd Rahman) melihat kenyataan di sebagian penuntut ilmu (kita tidak bicara orang umum), bagaimana mereka bersikap di tengah masyarakatnya, menempatkan diri, dan menyikapi.
Bahwasanya ada (tidak dominan namun banyak), mereka tidak bisa menempatkan diri di tengah masyarakat, menunjukkan sikap kesombongan, dan tidak menghargai manusia baik karena umur dan ilmu, dan kemudian musibah pertama disusul dengan musibah kedua, ia menyimpulkan bahwasanya masyarakat memang tidak mencintai Sunnah dan memusuhinya, sementara kesalahan itu bukan pada masyarakat, namun lebih pada diri mereka, yang belum sepenuhnya mencerminkan kepribadian yang di atas Sunnah.
Kami melihat bagaimana sebagian penuntut ilmu, ketika berangkat berjamaah ke masjid, mereka tidak mengucapkan salam, hanya kepada orang yang sepuh dalam umur, atau mengulurkan tangan untuk sekadar bersalaman, mereka bersikap di dalam masjid itu seakan mereka sendiri (terutama di masjid-masjid kaum Muslimin), setelah shalat mereka keluar dengan tampang kesombongan, juga orang-orang bercadar di antara mereka tidak mau berbicara dengan masyarakat dan menunjukkan sikap angkuh, bahkan bila tidak “disentuh” mereka tidak akan menyapa manusia seakan mereka robot-robot yang dikendalikan remote.
Apakah seperti ini Sunnah wahai saudaraku?
Agama apa yang kita bawa di tengah masyarakat, yang sebelum mereka melihat manhajmu, mereka melihat perilaku dan adab-adabmu…
Bila dengan sikap seperti itu kemudian mereka tidak menerima dakwah kepada Sunnah, maka jangan salahkan mereka, namun salahkan dirimu yang tidak bisa menempatkan diri di tengah masyarakat.
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,
كذلك كنتم من قبل فمن الله عليكم
Demikian juga kalian dahulunya seperti itu, kemudian Allah berkenan memberikan kepada kalian anugerah. (QS. An Nisaa ayat 94)
Kami, tidak mengajak engkau plin-plan dalam Manhaj wahai saudaraku, Manhaj ini harga mati yang kita bawa, namun lebih untuk pembenahan dari dalam, bagaimana kita menempatkan diri di tengah masyarakat, bisa menghargai manusia baik dari sisi ilmu maupun umur, dan perlahan membenahi sikap sikap yang tidak patut bagi pengemban Sunnah yang menjadi bagian dari masyarakatnya.
Masjid Aisyah Ummul Mu’minin Madiun, ba’da Maghrib, 23 Rabiul Awwal 1446 H, oleh yang butuh dan mengharapkan ampunan Rabbnya.
✒️ Ustadz Abu Abd Rahman bin Muhammad Suud Al Atsary حفظه الله تعالى
┈◈ AL MAHYRA BIL ‘ILMI ◈┈
- Website: Almahyrabililmi.com
- Telegram : t.me/Almahyrabililmi
- Radio : radio.almahyrabililmi.com
- Youtube: youtube.com/@Almahyrabililmi
- Join waGrup : almahyrabililmi.com/wagrup
- Instagram : instagram.com/Almahyrabililmi
- Facebook : web.facebook.com/Almahyrabililmi
- IG ABI school: instagram.com/almahyrabililmi_school
- PPDB : https://www.almahyrabililmi.com/ppdb-tpq


